Selasa, 06 November 2012

KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI KEUANGAN


A.      Sifat dan Isu-isu Kerangka Konseptual
Menurut FASB, kerangka konseptual merupakan suatu konstitusi, suatu system yang koheren dari hubungan antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi serta keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Tujuan akan mengindentifikasikan sasaran dan maksud akuntansi, sedangkan fundamental adalah konsep yang mendasari akuntansi, konsep yang memberikan petunjuk dalam memilih kejadian untuk dicatat, mengukur kejadian tersebut, meringkas dan mengkomunikasikan pada pihak-pihak yang berkepentingan.

1.  Isu-isu Kerangka Konseptual
a.  Isu artikulasi
Terdapat dua pendekatan terkait dengan pandangan artikulasi, yaitu:
· Pendekatan aset-hutang (neraca atau balance sheet), disebut juga dengan pemeliharaan modal, yang berarti revenue dan expense merupakan hasil dari perubahan aset dan hutang. Peningkatan dan penurunan aset bersih yang tidak dimasukkan dalam definisi earnings antara lain, kontribusi modal, penarikan modal, koreksi earnings periode sebelumnya dan gains serta losses holding.
· Pendekatan pendapatan-biaya (laba-rugi atau income statement), disebut juga pandangan laporan income atau penandingan, yang berarti revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan penandingan. Penandingan merupakan proses pengukuran fundamental dalam akuntansi yang terbagi atas dua tahap yaitu pengakuan revenue (dalam satuan waktu) melalui prinsip realisasi dan pengakuan expense dalam tiga cara, yaitu hubungan sebab akibat, alokasi yang rasional dan sistematis, dan pengakuan segera. Pandangan laba-rugi menekankan pada pengukuran earnings, dan tidak pada peningkatan atau penurunan modal bersih.
b.     Isu definisi
Menurut pandangan neraca, aset adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki suatu entitas, dimana sumber daya tersebut merepresentasikan manfaat di masa mendatang yang diharapkan menghasilkan aliran kas masuk secara langsung atau tidak langsung. Aset juga dibatasi untuk menyajikan sumber daya ekonomi yg dimiliki entitas.

· .Sumber daya produktif suatu entitas (aset entitas)
Menurut pandangan laba-rugi, aset tidak hanya meliputi aset yang didefinisikan oleh pandangan neraca, tetapi semua item yang tidak merepresentasikan sumber daya ekonomu suatu entitas, namun diperlukan untuk penandingan dan penentian income secara memadai. Jika kita mengeluarkan masalah beban tangguhan, definisi aset akan mempunyai karakteristik sebagai berikut:
-     aset merepresentasikan aliran kas suatu entitas.
-     manfaat potensial yang diperoleh entitas.
-     konsep legal atas properti yang mempengaruhi definisi akuntansi aset
-     cara aset diperoleh menjadi bagian dari definisi, dari transaksi sekarang atau masa lalu, transaksi pertukaran, transfer searah dari pemilik, atau keuntungan yang tidak diduga.
-     dapat dipertukarkan, merupakan karakteristik penting dari aset.
· Asal sumber daya atau hutang suatu entitas
Menurut pandangan neraca, hutang adalah kewajiban entitas untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke pihak lain di masa mendatang. Menurut pandangan laba-rugi, hutang tidak hanya meliputi hutang yang didefinisi oleh pandangan neraca, tetapi juga kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi tetapi diperlukan untuk penandingan dan penentuan income dengan memadai. Pandangan ketiga atas hutang muncul dari persepsi neraca sebagai sumber dan komposisi modal yang dimiliki entitas. Hutang dianggap sebagai sumber modal, dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
· Kinerja entitas (earnings)
Menurut pandangan neraca, earnings adalah peningkatan dalam aset bersih suatu entitas kecuali perubahan modal. Menurut pandangan laba-rugi, earnings merupakan hasil proses penandingan antara revenue dan expense.
1)      Pendapatan dan Beban
Menurut pandangan aktiva/kewajiban, pendapatan didefinisikan sebagai peningkatan  aktiva dan penurunan kewajiban yang tidak mempengaruhi modal. Begitu pula beban, yang mencakup keuntungan dan kerugian, didefinisikan sebagai penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban yang timbul dari penggunaan sumber daya ekonomi dan jasa selama satu periode tertentu.
2)      Keuntungan dan Kerugian
Menurut pandangan aktiva/kewajiban, keuntungan merupakan meningkatnya aktiva bersih di luar peningkatan dari pendapatan atau perubahan modal. Kerugian merupakan menurunnya aktiva bersih di luar penurunan dari beban atau perubahan modal.
3) Hubungan antara penghasilan dan komponen-komponen
Laba = Pendapatan Beban + Keuntungan Kerugian
Laba = Pendapatan beban
Laba = Pendapatan (termasuk keuntungan) beban (termasuk kerugian)
· Akuntansi Akrual
Hal-hal yang mendasari konsep akuntansi akrual :
-     Akrual adalah proses akuntansi yang mengakui peristiwa dan kejadian nonkas pada saat mereka terjadi atau dengan kata lain pengakuan pendapatan dan peningkatan aktiva yang berkaitan dengan pengakuan beban dan peningkatan kewajiban yang berkaitan dalam jumlah tertentu yang diharapkan akan diterima atau dibayarkan, biasanya dalam bentuk kas di masa depan.
-     Penangguhan adalah proses akuntansi yang mengakui penerimaan kas saat ini sebagai kewajiban dan mengakui pembayaran kas saat ini sebagai aktiva dengan harapan akan terjadi dampak di masa yang akan datang.
-     Alokasi adalah proses akuntansi yang menempatkan jumlah tertentu menurut rencana atau rumus tertentu.
-     Amortisasi adalah proses akuntansi untuk secara sistematis memperkecil jumlah tertentu melalui pembayaran ataupun penghapusan secara berkala.
-     Realisasi adalah proses pengkonversian sumber daya dan hak-hak nin kas menjadi uang. Realisasi paling tepat digunakan dalam pelaporan akuntansi dan keuangan untuk merujuk kepada penjualan aktiva untuk mendapatkan sejumlah uang atau klaim atas sejumlah uang.
-     Pengakuan adalah proses pencatatan atauu pemasukan secara formal suatu hal dalam rekeningg dan laporan keuangan perusahaan
2.  Konsep Pemeliharaan Modal (Cost Recovery)
Konsep pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat perbedaan antara return on capital atau (earning) dan return of capital atau (Cost of recovery). Earning berasal dari pemulihan atau pemeliharaan modal.  Terdapat dua konsep pemeliharaan modal, konsep modal keuangan dan konsep modal fisik.  Kedua konsep menggunakan pengukuran unit monetr atau unit daya beli umum yang sama, menghasilkan empat konsep pemeliharan modal :
- Modal keuangan yang diukur dengan unit uang
- Modal keuangan yang diukur dengan daya beli umum yang sama
- Modal fisik yang diukur dengan uang
- Modal fisik yang diukur dengan daya beli umum yang sama
3.  Metode Pengukuran
Isu metode pengukuran berkaitan dengan penentuan unit ukuran maupun atribut yang diukur.  Terkait dengan unit ukuran, pilihannya adalah antara dolar actual dan dollar yang disesuaikan dengan daya beli umum.  Terkait dengan atribut yang akan diukur kita memiliki lima pilihan, yaitu :
- Metode kos historis
- Kos sekarang
- Nilai keluaran /jual sekarang
- Nilai keluaran/jual harapan
- Nilai sekarang dan aliran kos harapan             

B.       Statements of Financial Accounting Concept (SFAC)
SFAC adalah bagian yang telah diselesaikan dari conceptual framework. Statemen ini dapat disamakan dengan APB Statement 4, dalam satu aspek: tidak membentuk prinsip-prinsip akuntansi berterima umum (GAAP) dan tidak ditujukan sebagaimana Rule 203 pada Rules of Conduct of AICPA yang melarang penyimpangan dari GAAP. Kelemahan ini mungkin mengecewakan, meskipun demikian memiliki beberapa manfaat penting
-     Menghindari munculnya krisis akibat kegagalan dalam mengikuti standar
-     Lebih terbuka untuk perubahan yang mendukung proses evolusi dalam penyusunan struktur     metateori
Proses menghadirkan struktur metateori yang dapat berjalan dan bermanfaat harus diakui sebagai proses yang pelan, sebuah proses evolusi. Trial and error pasti terjadi dan statemen yang bersifat sementara dapat lebih mudah mengubah komponen yang perlu dikembangkan. Sayangnya kemungkinan juga kenyataannya, statemen hanya akan memiliki dampak kosmetik murni.
Adanya kebutuhan akan rerangka konseptual mendorong FASB mengeluarkan Discussion Memorandum berjudul Conceptual Rerangka for Financial Accounting and Reporting : Elements of Financial Statements and Their Measurement pada tahun 1976. Hasil kerja dan tulisan tersebut akhinya pada perioda 1978-1985 dihasilkan enam komponen rerangka konseptual dan diberi nama Statement of Financial Accounting Concept (SFAC). Sejak berdiri, FASB telah mengeluarkan 8 pernyataan keuangan.
1.    Statements of Financial Accounting Concept No.1
SFAC No.1 berhubungan dengan tujuan pelaporan keuangan bisnis. Tujuan secara keseluruhan adalah untuk informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi (paragraf 9). Statemen ini merupakan turunan langsung Trueblood report dan secara umum merupakan versi singkat dari laporan tersebut, dengan beberapa petimbangan nilai penting
SFAC No.1 ini:
·      melanjutkan tradisi ber-orientasi pengguna sebagaimana dokumen yang ditinjau pada bab 6, walaupun mengakui keragaman pengguna eksternal, statemen ini menyatakan bahwa karakteristik inti yang sama dari semua pengguna eksternal adalah kepentingan untuk memprediksi jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas pada masa yang akan datang.
·      berpendapat bahwa laporan keuangan harus lebih bersifat general purpose daripada mengarah pada kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
·      mengasumsikan pengguna mempunyai pengetahuan tentang informasi dan pelaporan keuangan, sebuah penyimpangan dari asumsi Trueblood report yang menyatakan kemampuan yang terbatas pengguna laporan keuangan.
·      Seperti Trueblood Report, pengguna juga diasumsikan memiliki wewenang yang terbatas.
·      Statemen juga mencatat the importances of stewardship yang menentukan seberapa baik manajemen menjalankan kewajiban dan obligasi pada pemilik dan kelompok kepentingan lainnya. Gagasan ini muncul karena penafsairan yang sempit terhadap pemeliharaan sumberdaya perusahaan yang layak untuk pertanggungjawaban.

Beberapa petimbangan nilai penting tersebut adalah;
·      Manfaat informasi harus melebihi biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.
·      Laporan akuntansi bukan merupakan satu-satunya sumber informasi tentang perusahaan
·      Akuntansi akrual sangat bermanfaat untuk menilai dan memprediksi earning power dan cash flow perusahaan.
·      Informasi yang tersedia harus bermanfaat, tetapi setiap pengguna  membuat prediksi dan penilaian masing-masing.

SFAC 1 tidak menjelaskan secara spesifik laporan yang harus digunakan maupun bentuk dari laporan tersebut. Laporan hanya menyebutkan pelaporan keuangan seharusnya relatif menyediakan informasi sumberdaya ekonomi perusahaan, obligasi dan ekuitas pemilik (paragraf 41) dan bagaimana kinerja perusahaan disajikan dengan mengukur earnings dan komponennya (paragraf 43) bagaimana kas diperoleh dan dibayarkan (paragraf 49). Karenanya SFAC 1 secara ekstrem merupakan himbauan yang hati-hati dari tujuan komite Trueblood dan mempertahankan tingkat kelaziman yang tinggi.

2.    Statements of Financial Accounting Concept No.2 Karakteristik Kualitatif dari Informasi Keuangan (Qualitative Characteristics of Accounting Information)
Statemen ini bertujuan untuk memberikan karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh informasi akuntansi sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermanfaat.
a.       Relevansi informasi
Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki manfaat, sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan oleh pemakai laporan keuangan. Dengan kata lain, relevan merupakan kemampuan dari suatu informasi untuk mempengaruhi keputusan manajer atau pemakai laporan keuangan lainnya sehingga keberadaan informasi tersebut mampu mengubah atau mendukung harapan mereka tentang hasil-hasil atau konsekuensi dari tindakan yang diambil.
b.      Nilai umpan balik dan nilai prediksi sebagai unsur-unsur relevan
Informasi dapat menjadikan keputusan yang berbeda dengan meningkatkan kemampuan pembuat keputusan untuk memprediksi atau dengan membetulkan harapan awal mereka. Informasi berpengaruh terhadap perilaku manusia dan karena orang berbeda dapat bereaksi secara berbeda terhadap informasi tersebut, maka informasi keuangan tidap dapat dievaluasi dengan cara sebatas kebenaran peramalan atas dasar informasi tersebut. Nilai prediktif merupakan pertimbangan yang penting dalam memisahkan informasi akuntansi yang relevan dan tidak relevan.
c.       Ketepatan waktu (timeliness)
Ketepatan waktu adalah aspek pendukung relevansi. Ketika informasi tidak tersedia saat dibutuhkan atau tersedia setelah sekian waktu setelah pelaporan maka informasi tersebut tidak memiliki nilai untuk tindakan masa depan. Informasi tersebut memiliki relevansi dan manfaat yang rendah. Timeliness berarti tersedianya informasi dalam pengambilan keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas pengaruhnya dalam mempengaruhi keputusan. Timeliness sendiri tidak dapat membuat informasi relevan, tetapi kurangnya timeliness dapat membuat informasi kehilangan relevansinya. Jadi ada derajat timeliness.
d.      Keandalan informasi (reliablelity)
Keandalan merupakan kualitas informasi yang menyebabkan pemakaian informasi akuntansi, sangat tergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Keandalan suatu informasi sangat tergantung pada kemampuan suatu informasi untuk menggambarkan secara wajar keadaan/peristiwa yang digambarkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
e.       Representational faithfulness
Representational faithfulness berhubungan dengan tingkat kesesuaian antara pengukuran atau deskripsi dengan fenomena yang digambarkan. Dalam akuntansi fenomena yang digambarkan adalah sumber daya ekonomi, kewajiban, transaksi dan kejadian yang merubah sumber daya dan kewajiban entitas. Kadang informasi tidak andal karena kesalahan interpretasi.
3.    Statements of Financial Accounting Concept No.5 Pengakuan dan Pengukuran dalam Laporan Keuangan Suatu Entitas Bisnis (Recognition and Measurement in Financial Statement of Business Enterprises)
Konsep pengakuan dan pengukuran
SFAC No. 5, “Recognition and Measurement in Financial Statement by Business Enterprises “, dimaksudkan untuk mengatasi masalah masalah yang berkaitan dengan pengakuan dan pengukuran. Pengakuan adalah proses pencatatan atau memasukkan secara formal suatu ítem ke dalam laporan keuangan suatu entitas sebagai aktiva. Kewajiban, pendapatan, biaya atau sejenisnya. Pengukuran merupakan pemberian nilai dengan atribut-atribut pengukuran akuntansi pada ítem tertentu dari suatu transaksi Dalam kaitannya dengan pengakuan, SFAC No. 5 menyebutkan bahwa kriteria pengakuan pada umumnya konsisten dengan praktik akuntansi berjalan dan tidak ada perubahan radikal. Ditambahkan, pengungkapan dengan menggunakan media pelaporan yang lain diluar pelaporan keuangan bukan merupakan suatu pengakuan.

Kriteria pengakuan dan pengukuran
Dalam SFAC No. 5 disebutkan bahwa kriteria yang digunakan untuk mengikuti elemen laporan keuangan didasarkan pada empat faktor sebagai berikut:
a.    Definisi: pos akan diakuai apabila memenuhi definisi elemen laporan keuangan.
b.    Keterukuran: pos tersebut memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup andal.
c.    Relevan: informasi memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan.
d.   Keandalan: informasi menggambarkan keadaan sebenarnya secara wajar, dapat diuji kebenarannya dengan netral.
Dalam kaitannya dengan pengukuran, SFAC No. 5, FASB melalui discussion memorandum, mengakui adanya 5 dasar  pengukuran yang dapat digunakan untuk menentukan nilai aset dan utang, yaitu :
a.    Cost historis (Historical cost), yaitu jumlah kas atau setaranya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset sampai siap untuk digunakan.
b.    Cost pengganti terkini (Current replacement), yaitu jumlah kas atau setaranya yang harus dibayar jika aset yang sejenis/sama diperoleh pada saat sekarang.
c.    Nilai pasar terkini (Current market value), yaitu jumlah kas atau setaranya yang diperoleh dengan menjual aset kegiatan penjualan normal.
d.   Nilai bersih yang dapat direalisasi (Net realisable value), yaitu jumlah kas atau setaranya (tanpa pendiskontoan) yang diperoleh jika aset diharapkan akan dijual setelah dikurangi dengan biaya langsung (biaya produksi dan penjualan).
e.    Nilai sekarang aliran kas mendatang (Present value of future cast flow), yaitu nilai sekarang aliran kas masa mendatang yang akan diperoleh seandainya aset dijual pada masa yang akan datang.

4.    Statements of Financial Accounting Concept No.6 Elemen-elemen Laporan Keuangan (Elements of Financial Statements)
SFAC No. 6, “ Elements of Financial Statement of Business Enterprises “, dijelaskan bahwa ada sepuluh elemen laporan keuangan, yaitu :
a.         Aset (assets) adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa lalu.
b.         Utang (liabitilies) adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang berasal dari kewajiban sekarang suatu entitas untuk mentrasfer aset atau menyerahkan jasa pada entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.
c.         Ekuitas (equity) adalah hak sisa (residual interest) atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan utang. Dalam perusahaan bisnis, ekuitas sama dengan hak pemilik.
d.        Investasi oleh pemilik (investment by owners) adalah kenaikan aset neto suatu perusahaan yang berasal dari transfer entitas lain ke perusahaan tersebut atas sesuatu yang bernilai untuk memperoleh atau meningkatkan hak kepemilikan (atau ekuitas) dalam perusahaan tersebut.
e.         Distribusi pada pemilik (distribution to owners) adalah penurunan aset neto suatu perusahaan yang berasal dari transfer aset, penyerahan jasa, atau penambahan utang oleh perusahaan kepada pemilik.
f.          Laba komprehensif (comprehensive income) adalah perubahan ekuitas (aset neto) suatu entitas selam satu perioda yang berasal dari transaksi atau peristiwa dan kondisi lainnya dari sumber yang bukan berasal dari pemilik.
g.         Pendapatan (revenue) adalah aliran masuk kenaikan aset suatu entitas atau penurunan utang suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang berasal dari pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya, yang merupakan kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
h.         Biaya (expenses) adalah aliran keluar atau pemakaian aset suatu entitas, atau penambahan utang suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang berasal dari pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
i.           Keuntungan (gains) adalah kenaikan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari pendapatan dan investasi oleh pemilik.
j.           Kerugian (losses) adalah penurunan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari biaya dan distribusi pada pemilik.  

5.    Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and Present Value in Accounting Measurements)
SFAC No. 7 menyediakan kerangka kerja untuk dapat menggunakan future cash flows sebagai basis pengukuran saat pengakuan awal dan pengukuran segera serta untuk metode interest dalam penentuan amortisasi. Statemen ini juga menyediakan prinsip-prinsip umum yang mengatur penggunaan present value terutama ketika jumlah dari future cash flow, waktunya atau waktu dan tingkat ketidakpastiannya. Statemen juga menyediakan pemahaman yang bersifat umum dari tujuan pengukuran-pengukuran present value dalam akuntansi.
Tujuan SFAC No. 7:
1.    Pengukuran dalam akuntansi dengan menggunakan present value dapat digunakan untuk menangkap dan untuk mengembangkan perbedaan di antara aliran kas ekspektasian di masa yang akan datang.
2.    Menyediakan informasi yang relevan melalui pelaporan keuangan karena present value menggambarkan beberapa atribut pengukuran asset dan liabilities secara logis.
Statement No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik daripada isu konseptual yang lebih luas, karena itu statement ini dapat dilihat sebagai bagian dari Statement No. 5. SFAC No. 7 digunakan pada situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang. Poin penting mengenai pengukuran asset adalah pengukuran present value yang digunakan untuk mensimulasi fair value. Discount rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan pengukuran pasar terhadap nilai asset. Jika asset tertentu memiliki beberapa kemungkinan aliran kas dalam beberapa tahun, maka aliran kas yang diekspektasi harus menentukan probabilitas aliran kas individu tertimbang. Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate harus diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran asset dan liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten. Sebuah asset dapat dipandang dan dinilai secara terpisah dari entitas perusahaan, tapi pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian.
a.      Internasional Accounting Standard 37
Standar Akuntansi Internasional 37: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi, atau IAS 37, adalah standar pelaporan keuangan internasional yang diadopsi oleh Standar Akuntansi Internasional (IASB). IAS 37 menetapkan persyaratan akuntansi dan pengungkapan untuk ketentuan, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi, dengan beberapa pengecualian, menetapkan prinsip penting bahwa ketentuan yang harus diakui hanya jika entitas memiliki ketentuan kewajiban.
Transaksi seperti, provisions, contingent, liabilities and contingent assets, membutuhkan secara luas penggunaan teknik-teknik present value. Pada tahun 1998 IASC mengagendakan proyek riset terkait dengan pentingnya penggunaan present value dalam akuntansi keuangan. Bentuk statement yang menyediakan kerangka dasar penggunaan basis future cash flows sebagai dasar pengukuran akuntansi, yaitu:
·  Menggambarkan tujuan pengukuran-pengukuran dalam present value dalam akuntansi
·  Menyediakan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum yang mengtur penggunaan present value, khususnya jumlah future cash flows sesuai dengan masanya atau waktu yang penuh dengan ketidakpastian.
Rumusan present value merupakan alat untuk memasukkan pengukuran yang menyangkut time value of money.secara sederhana dapat dikatakan teknik-teknik present value dapat menangkap suatu nilai yang akan diterima oleh entitas di masa yang akan datang. present value merupakan pondasi ekonomik dan keuangan bagi entitas bisnis dan menjadi bagian penting dari model assets pricing modern mencakup model-model option-pricing. Konsep present value dari estimated future cash flow secara implicit mencerminkan all market prices, juga rekord biaya / kos historis ketika suatu entitas membeli asset.
Tujuan dari pengadopsian present value dalam akuntansi adalah untuk kepentingan pengukuran yang sangat mungkin dikembangkan karena adanya perbedaan diantara tahapan-tahapan future cash flow. Penggunaan present value dalam pengukuran akan menangkap secara penuh perbedaan-perbedaan ekonomik dari masing-masing asset termasuk elemen-elemennya.
Konvensi-konvensi akuntansi yang memiliki scope dan penanganan yang berbeda terkait dengan pengukuran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
·  Fair value measurement, mengisyaratkan bahwa 5 elemen digunakan untuk menangkap ekspektasi maupun estimasi-estimasi ketika pelaku pasar akan menggunakan faktor-faktor jumlah dengan mana asset yang dibeli atau yang dijual dalam current transaction diantara berbagai pihak.
·  Value-in-use and entity-specific measurements, berusaha menangkap nilai-nilai asset dan keajiban dalam hubungannya dengan entitas tertentu. Pengukuran entity-specific dapat dilakukan dengan mengambil keseluruhan 5 elemen tersebut.
·  Effective-settlement measurement, menggambarkan jumlah current amount dari asset jika diinvestasikan sekarang pada suatu tingkat bunga tertentu yang akan memberikan future cash inflows yang sebanding dengan cash outflows untuk setiap kewajiban tertentu. Dalam current accounting standards, Effective-settlement measurement tidak mengijinkan atau mengecualikan komponen harga yang terbentuk dari permintaan para pelaku pasar untuk tujuan membendung ketidakpastian aliran kas di masa depan dan atribut-atribut komponen harga untuk kridit yang dimiliki oleh suatu entitas.
·  Cost-accumulation or cost-accrual measurement mencoba untuk menangkap kos (khususnya incremental cost) bahwa suatu entitas mengantisipasi kos yang akan dikenakan dalam perolehan suatu asset. Pengukuran-pengukuran juga mengecualikan asumsi-asumsi lainnya yang tercakup dalam mengestimasi fair value.

b.      Present Value and Fair Value
Present value merupakan satu-satunya tujuan, ketika digunakan dalam pengukuran- pengukuran akuntansi khususnya pada pengakuran awal, dan pengukuran-pengukuransegera dalam mengestimasi fair value. Pernyataan yang membedakan dimana Present Value dibentuk untuk menangkap elemen-elemen yang diambil bersama-sama yang akan menggambarkan market price, dan jika salah satu tidak ada, maka akan menggambarkan fair value.

Unsur-Unsur dari Pengukuran Present Value (The Components of A Present Value Measurement )
Unsur-unsur yang membentuk perbedaan ekonomik di antara jenis-jenis asset dankewajiban antara lain:
a.       Estimasi tentang future cash flow Kasus-kasus yang lebih komplek memunculkan serangkaian future flows yang bebeda dari waktu ke waktu.
b.      Harapan-harapan yang berhubungan dengan variasi-variasi yang mungkin dalam jumlah atau waktu dari keseluruhan cash flow
c.       The time value of money yang digambarkan melalui tingkat bunga bebas risiko.
d.      Harga yang menghubungkan secara inheren ketidakpastian dalam aset atau kewajiban.
e.       Lain-lain aset dan kewajiban yang kadang-kadang dikenali, faktor-faktor mencakup ilikuiditas dan ketidaksempurnaan pasar.


c.       Prinsip-prinsip Umum (General Principles)
Prinsip-prinsip umum mengatur dan menentukan berbagai aplikasi teknik-teknik present value dalam pengukuran asset dan kewajiban, yaitu:
·      Sedapat mungkin, tingkat bunga dan cash flows yang diestimasi merefleksikan asumsi-asumsi yang berhubungan dengan future event dan ketidakpastian yang akan datang dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan asset atau kelompok asset dalam transaksi kas jangka panjang.
·      Tingkat bunga yang digunakan untuk discount cash flows harus merefleksikan asumsi-asumsi yang konsisten dengan kondisi-kondisi yang melekat dalam cash flows yang diestimasi. Di satu sisi pengaruh asumsi-asumsi akan mungkin telah dihitung ganda atau keliru.
·      Estimasi cash flow yang telah dibuat juga tingkat bunga yang digunakan harus bebas dari bias dan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan dengan aset dan kewajiban bersangkutan.
·      Estimasi cash flow juga tingkat bunga haruslah merefleksikan rentang outcome yang masuk akal disbanding dengan pernyataan, minimum atau maksimum angka yang mungkin.

Pendekatan-pendekatan Tradisional dan Cash Flows Ekspektasian Dalam Menentukan Present Value (Traditional and Expected Cash Flow Approaches to Present Value)
Pengukuran dengan present value dimulai dari suatu set future cash flows, tetapidibutuhkan berbagai penggunaan standar akuntansi untuk menyesuaikan pendekatan yang berbeda dalam menentukan set future cash flow tersebut. Pencaharian rate yang tepat danyang sepadan dengan resiko setidaknya membuhkan dua tahapan analisis yaitu
- Pertama, asset atau kewajiban tersedia di pasaran.
- Kedua , tingkat bunganya dapat diamati serta asset dan kewajiban yang dimilikiterukur.



d.      Relevansi dan Reliabilitas Suatu Informasi
Berbagai pengukuran didasarkan pada estimasi-estimasi yang secara inherent estimasi tersebut disusun dengan tingkat ketelitian terbatas, dan pengukuran sendiri merupakan potret jumlah aliran kas aau nilai present value-nya. Estimasi cash flow untuk masa yang akan datang biasanya tidak sesuai dengan realisasinya. Konsep pelaporan menyatakan bahwa kendati informasi tersebut berbeda, namun memiliki tingkat relevansi yang tinggi walau tidak andal.
Relevansi dan reabilitas haruslah seimbang terhadap isu-isu yang membedakan satu dengan yang lainnya. Penting untuk dipahami, bahwa isu-isu yang menyangkut kualitas tersebut akan memberikan beban yang berbeda bahkan saling bertukar dari satu situasi ke situasi berikutnya.
Pengukuran-pengukuran present value menjadi lebih kompleks dibanding dengan future cash flows ekspektasian yang menggunakan asumsi sederhana. Para akuntan mungkin menghasilkan kesimpulan yang berbeda terkait dengan jumlah dan saat atau waktu future cash flows dan penyesuaian yang simetris dengan ketidakpastian dan risiko. Bagaimanapun, harus seimbang antara prospek suatu pengukuran undiscounted yang membuat aset atau kewajiban tampak dapat diperbandingkan.

e.       Pengukuran Hutang dengan Menggunakan Pendekatan Present Value
Konsep yang digambarkan dalam mengukur aset juga berlaku pada kewajiban. Bagaimanapun, pengukuran kewajiban kadang-kadang melibatkan permasalahan yang berbeda dibanding pengukuran aset sehingga memerlukan teknik berbeda pula pada fair value-nya. Ketika menggunakan teknik present value untuk menaksir fair value suatu kewajiban,sasarannya adalah menaksir nilai aset yang diakui sekarang ini untuk tujuan yaitu:
-     Menjamin kewajiban tersebut yang melibatkan pemilik atau
-     Mengakui kewajiban tersebut di dalam entitas dengan jumlah yang dapat diperbandingkan

Untuk mengestimasi fair value atas notes yang dimiliki oleh suatu entitas, para akuntanmencoba untuk menaksir nilai tersebut berdasarkan nilai yang diambil dari entitas laindimana entitas akan mengakui kewajiban entitas tersebut sebagai aset
Jadi, proses melibatkan teknik-teknik yang sama seperti halnya pada pengukuran aset. Di sisi yang lain, berhutang beberapa kewajiban pada kelas individu yang tidak selalu disertai dengan menjual hak (right) yang mereka miliki, seperti mereka menjual others assets.
Beberapa kewajiban yang dimiliki oleh suatu entitas, seperti obligasi, bukanlah aset-aset yang secara individu bisa diidentifikasi. Suatu kewajiban kadang bisa ditetapkan melalui asumsi pihak ketiga. Dalam menaksir fair value para akuntan berkewajiban mencoba mengestimasi nilai atau harga bahwa entitas memiliki kemampuan untuk membayar sepertiga dari kewajiban tersebut.

f.       Pengukuran Hutang dan Posisi atau Sisa Kredit (Credit Standing)
Ukuran kewajiban yang paling relevan selalu merefleksikan posisi kredit yang dimiliki entitas yang diwajibkan untuk melunasinya. Mereka memegang kewajiban entitas tersebut sebagai aset pernyataan atas posisi kredit yang dimiliki entitas dengan jumlah yang menentukan harga atau nilai yang akan mereka bayar. Suatu entitas yang memiliki posisi kredit yang kuat akan menerima kas yang lebih besar, yang berhubungan dengan janji untuk membayar dibanding dengan enitas yang memiliki posisi kredit lemah.
Dampak dari posisi kredit yang dimiliki entitas pada fair value kewajiban tertentu tergantung pada kemampuan entitas untuk membayar pada ketentuan kewajiban yang memberikan perlindungan kepada pemilik. Peran dari posisi kredit yang dimiliki entitas dalam penyelesaian suatu transaksi secaraumum penting namun sedikit yang bersifat langsung. Transaksi penyelesaian suatukewajiban yang melibatkan entitas sebagai pihak yangdiwajibkan. Harga mencerminkan transaksi yang terjadi dari pihak-pihak yang berminat



6.                Statements of Financial Accounting Concept No.8 Kerangka kerja untuk pelaporan keuangan (Conceptual framework for financial reporting)
SFAC No.8 merupakan salah satu dari serangkaian publikasi di FASB untuk akuntansi dan pelaporan keuangan yang mencakup dua bab kerangka konseptual baru yang menggantikan SFAC No.1, tujuan pelaporan keuangan oleh Business Enterprises, dan SFAC No.2, karakteristik kualitatif informasi akuntansi. SFAC No.8 dimaksudkan untuk menetapkan tujuan-tujuan dan konsep-konsep fundamental yang akan menjadi dasar untuk pengembangan akuntansi keuangan dan pedoman pelaporan.
SFAC bukan merupakan bagian dari FASB, tetapi merupakan sumber-sumber otoritatif dari GAAP yang diakui oleh FASB untuk diterapkan pada entitas non pemerintah. Bagaimanapun SFAC tidak (a) memerlukan perubahan dalam US GAAP yang ada, (b) mengubah, memodifikasi, atau menafsirkan kodifikasi standar akuntansi, dan (c)  membenarkan salah satu perubahan yang ada dalam praktek-praktek akuntansi dan pelaporan yang berlaku umum atau menafsirkan kodifikasi standar akuntansi berdasarkan intepretasi pribadi dari tujuan dan konsep-konsep dalam SFAC.  SFAC dapat diubah, diganti, dan ditarik melalui prosedur yang sesuai dibawah the board’s rules of procedure. Secara umum isi dan tujuan SFAC No.8 adalah :
a.         Bagian pertama hasil projek bersama dengan IASB dalam merumuskan konsep dasar akuntansi keuangan.
b.         Menggantikan SFAC No.1 dan 2
c.         Terdiri atas tiga bab :
                                                   ·        Bab 1, tujuan pelaporan keuangan tujuan umum.
                                                   ·        Bab 2, entitas pelaporan
                                                   ·        Bab 3, karakteristik kualitatif informasi keuangan bermanfaat
Tujuan dari tujuan umum pelaporan keuangan adalah :
a.      Sikap pelaporan keuangan
Menurut FASB dalam SFAC No.1 maupu SFAC No.8, pelaporan dan laporan keuangan posisinya adalah sebagai berikut :
a)   Pelaporan keuangan lebih luas dari laporan keuangan
b)   Laporan keuangan tetap merupakan laporan pokok pelaporan keuangan.
c)   Komponen lain pelaporan keuangan
                                                          ·          Supplementary information, seperti : (1) disklosur pengaruh perubahan tingkat harga dan (2) informasi cadangan minyak dan gas.
                                                          ·          Other means of financial reporting, seperti : (1) management discussion and analysis dan (2) letters to stockholders.
b.      Tujuan pelaporan keuangan
SFAC No.8 secara umum merumuskan tiga tujuan pelaporan keuangan, yaitu :
·      Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi investor, pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada maupun yang potensial dalam membuat keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas pelapor. Keputusan tersebut meliputi membeli, menjual, atau menahan instrument ekuitas dan hutang serta menyediakan pinjaman dan kredit dalam bentuk lain.
·      Untuk menilai prospek arus kas bersih yang dimiliki oleh suatu entitas, investor yang sudah ada maupun  oleh calon investor, kreditur serta kreditur lain yang membutuhkan informasi tentang sumber daya entitas, klaim terhadap entitas tersebut, dan seberapa efisien maupun efektif manajemen entitas melakukan pengelolaan dan komisarisbyang telah menyelesaikan tanggung jawab mereka untuk menggunakan sumber daya entitas.
·      Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari pelaporan suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya ekonomi dan klaim terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam pelaporan entitas.
c.       Primary users
Diamati dari tujuan pelaporan keuangan suatu entitas yang dirkomendasikan dalam SFAC No.8 maka tampak bahwa para pengguna informasi keuangan yang kepentingannya diutamakan yaitu : (1) para investor dan calon investor serta (2) para kreditor dan calon kreditor. Investor dan kreditor merupakan pihak-pihak yang menyediakan sumber daya bagi suatu entitas tetapi tidak memiliki akses langsung pada informasi yang dibutuhkan.

d.      Informasi yang dibutuhkan
Arah dan jenis informasi yang dibutuhkan oleh para investor dan kreditor yaitu :
·           Investor dan kreditor memerlukan informasi yang dapat membantu mereka menilai prospek aliran kas bersih suatu entitas di masa mendatang.
·           Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi mengenai sumber daya entitas, klaim atas entitas tersebut, dan apakah manajemen telah mengelola sumber daya yang dimiliki entitas secara efektif dan efisien.
e.   Informasi tentang pelaporan sumber daya ekonomik suatu entitas, perubahan dan klaim atas sumber daya
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan suatu entitas pelaporan. Laporan keuangan juga menyediakan informasi tentang pengaruh-pengaruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang mengubah sumber daya ekonomi suatu entitas dan klaim.
f.    Perubahan dan klaim atas sumber daya
Agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik, entitas pelaporan harus menyediakan informasi tentang sumber daya dan klaim atas sumber daya juga harus menyediakan informasi tentang perubahan atas sumber daya serta klaim atas perubahan tersebut. Terdapat beberapa pemikiran terhadap hal tersebut, antara lain :
·           Perubahan atas sumber daya yang terjadi pada suatu entitas dan klaim kepada entitas yang bersangkutan berasal dari kinerja dan transaksi-transaksi serta kejadian lain seperti penerbitan instrument hutang dan ekuitas.
·           Pengguna informasi keuangan suatu entitas perlu mengetahui perbedaan antara kedua sumber perubahan tersebut yaitu apakah perubahan tersebut berasal dari kinerja entitas dan transaksi-transaksi atau dari hutang dan ekuitas.
·           Implikasi atas gambaran tersebut maka terdapat beberapa laporan yaitu : laporan laba rugi, posisi keuangan, serta perubahan ekuitas.


Karakteristik kualitatif informasi yang bermanfaat
Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna terdiri dari, mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin berguna bagi kreditur yang ada dan potensial investor dan kreditur lainnya untuk membuat keputusan tentang entitas pelapor berdasarkan informasi yang dimiliki dalam bentuk laporan keuangan. Informasi ini berhubungan dengan dalam kerangka konseptual sebagai informasi tentang fenomena ekonomi.
Terdapat kendala yang berhubungan dengan kemampuan pelaporan keuangan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat, yakni kendala tehadap kos yang dapat berbeda pada berbagai jenis informasi. Suatu informasi akan berguna apabila bersifat relevan dan direpresentasikan dengan tepat.
a.      Karakteristik kualitatif fundamental
SFAC No.8 menetapkan uinsur karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi dan representasi yang tepat.
a). Relevan
Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam pembuatan keputusan oleh pengguna. Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki criteria unsur kualitas, antara lain :
·         Nilai prediksi, informasi dikatakan memiliki nilai prediktif jika dapat digunakan sebagai masukan bagi proses yang digunakan oleh pengguna untuk memprediksi hasil masa depan.
·         Nilai konfirmatori, informasi keuangan dikatakan memiliki nilai konfirmasi jika dapat memberikan umpan balik mengenai evaluasi sebelumnya atau keduanya.
Materialitas, merupakan aspek entitas tertentu dari relevansi berdasarkan sifat atau besarnya kedua item informasi tersebut berhubungan dalam konteks entitas individu laporan keuangan.


Terdapat tiga karakteristik untuk informasi representasi sempurna, yaitu ;
·         Lengkap, yakni mencakup semua informasi yang diperlukan bagi pengguna untuk memahami fenomena yang sedang digambarkan termasuk semua deskripsi yang diperlukan dan penjelasannya.
·         Netral, menggambarkan seleksi atau penyajian informasi keuangan tanpa bias dalam artian tidak miring, tertimbang, menekankan, memakai perlombaan, atau dimanipulasi untuk meningkatkan probabilitas bahwa informasi keuangan akan diterima baik atau tidak oleh pengguna informasi.
·         Bebas dari kesalahan, yakni tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi fenomena dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang dilaporkan telah dipilih dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam proses.
b. Menerapkan karakteristik kualitatif fundamental  
       Informasi yang bermanfaat harus relevan dan terepresentasi dengan tepat, baik ketepatan representasi dari sebuah fenomena yang tidak relevan, maupun sebaliknya. Proses yang paling efisien dan efektif untuk menerapkan karakteristik kualitatif fundamental biasanya harus memenuhi syarat sebagai berikut :
·           Mengidentifikasi suatu fenomena ekonomi yang memiliki potensi untuk menjadi berguna bagi pengguna informasi keuangan entitas pelaporan itu.
·           Mengidentifikasi jenis informasi tentang fenomena yang akan relevan jika tersedia dan dapat setiia diwakili.
·           Menentukan apakah informasi yang tersedia dan dapat setia diwakili.
c.    Meningkatkan karakteristik kualitatif
a). Dapat dibandingkan, memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan antara item-item laporan keuangan.
b). Dapat diverifikasi berarti bahwa pengamat berpengetahuan dan independen yang berbeda bias mencapai consensus meskipun tidak selalu perjanjian yang lengkap, bahwa penggambaran tertentu merupakan representasi setia.
c).  Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan dalam waktu yang akan mampu memperbaharui keputusan mereka. Semakin lama informasi maka informasi tersebut menjadi kurang berguna.
d). Dapat dipahami, yaitu Mengklasifikasikan, mengkarakterisasi, dan menyajikan informasi secara jelas dan ringkas akan membuat informasi tersebut dapat dimengerti.
d. Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif
Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif merupakan proses berulang yang tidak mengikuti perintah yang detentukan. Meningkatkan karakteristik kualitatif harus sejauh mungkin dimaksimalkan baik secar individu maupun kelompok.
e.       Kendala manfaat dan biaya pada pelaporan keuangan
Biaya merupakan kendala yang luas atas informasi yang dapat disediakan oleh laporan keuangan.  Ada beberapa jenis biaya dan manfaat yang perlu dipertimbangkan. Penyedia informasi keuangan mengeluarkan sebagian besar usaha yang terlibat dalam pengumpulan, pengolahan, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi keuangan, namun para pengguna akhirnya menanggung biaya-biaya dalam bentuk berkurangnya return.
Pelaporan informasi keuangan yang relevan dan memiliki nilai representasi yang tepat akan membantu pengguna untuk membuat keputusan dengan lebih percaya diri. Dalam menerapkan kendala biaya, dewan akan menilai apakah manfaat dari pelaporan informasi tertentu cenderung untuk membenarkan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan dan menggunakan informasi tersebut. Karena subjektivitas yang melekat maka penilaian individu yang berbeda atas biaya dan manfaat dari pelaporan barang-barang tertentu atas informasi keuagan akan bervariasi. Oleh karena itu dewan berupaya untuk mempertimbangkan biaya dan manfaat dalam kaitannya dengan pelaporankeuangan umum dan tidak hanya dalam kaitannya dengan entitas pelaporan individu.



KESIMPULAN

Berdasarkan Pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kerangka konseptual menurut FASB sendiri adalah suatu konstitusi dan sistem yang konheren dari tujuan dan fundamental yang selanjutnya mengarah kepada suatu standar yang konsistem. Ada dua isu utama dalam kerangka konseptual akuntansi keuangan, yang pertama adalah isu artikulasi dan isu definisi. Isu artikulasi terbagi dalam dua perspektif, yaitu neraca dan laporan laba rugi saling berartikulasi, dan perspektif lainnya menyatakan bahwa, dua hal tersebut tidak berartikulasi. Isu definisi erat kaitannya dengan definisi aset yang merupakan sumber daya ekonomi milik entitas. Dalam materi dibahas pula tentang sistem pemeliharaan modal yang terbagi menjadi sistem pemeliharaan modal keuangan dan fisik yang dapat diukur dengan satuan moneter dan daya beli.
Selain itu dibahas pula mengenai metode pengukuran yang dibagi menjadi lima, metode kos historis, kos sekarang, nilai keluaran/jual sekarang, nilai keluaran/jual harapan, dan nilai sekarang dari aliran kas harapan. Pada pokok bahasan kedua, yaitu mengenai statement yang dikeluarkan FASB yang disebut dengan SFAC yang di dalamnya menguraikan hal-hal tertentu, dalam SFAC No 1 misalnya menguraikan tentang tujuan pelaporan keuangan, demikan seterusnya untuk SFAC yang lain dengan pokok bahasannya masing-masing. SFAC terdiri dari SFAC No.1, 2, 5, 6, 7, dan No.8, dimana SFAC No.8 secara umum memiliki isi dan tujuan untuk menggantikan SFAC No 1 dan 2.


0 komentar:

Poskan Komentar